Panik disaat memakai Masker

12/07/2020

Sahabat Coach Willy …Salam THE WILL

Tidak terasa sudah lebih dari 100 hari kita semua berada dalam kondisi memakai masker. Hold on… tahan dulu, tetap lanjutkan membaca. Ini bahas apa ya ? Krisis lagi ? Covid lagi ? New Normal lagi ? Hold on…

Apa yang membuat judul ini bukan “ Panik disaat krisis itu wajib ! “

Sengaja tidak saya tuliskan hal tersebut sebagai Judul. Beberapa dari sahabat mungkin sudah sangat bosan mendengar kata Covid 19, Pandemi, Corona virus, Rapid test, test PCR, New Normal, dan lain lain. Saya ingin mengajak Sahabat semua melihat makna dari “ Memakai Masker” dari sisi yang berbeda. 

Apa yang terlintas di pikiran teman teman ketika mendengar kata Jakarta ? mungkin kata… Macet, banjir, Banyak mall, dan sebagainya… 

Nah, sekarang, yuk kita kembalikan ke Judul diatas ? 

Apa yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata “ Memakai Masker” ? 

Jeng Jeng…

Kata yang terlintas mungkin saja “Aman, proteksi diri, menghargai orang lain, perlindungan agar tetap sehat, dan sebagainya.” Bahkan sekarang banyak ditemui masker dengan motive berbeda beda disesuaikan dengan Pakaian yang dikenakan pemiliknya. Masker akan menjadi suatu Life style alih alih menjadi barang primer. 

Nah.. sekarang, apa yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata “ KRISIS !!” ( sengaja saya tulis huruf besar dan dengan tanda seru. 

Kata yang terlintas mungkin saja “ Pengangguran, PHK, Gak gajian, penjarahan seperti 1998, Inflasi, hutang menumpuk, dan sebagainya”

Apa yang dirasakan oleh teman teman ? terlihat berbeda ya. Lebih enak mana ? itulah mengapa saya tidak menggunakan kata krisis pada judul kali ini

Nah, sebelum saya lanjutkan, makna kata “Memakai Masker”  pada judul Sharing kali ini, kita SEPAKATI  dahulu ya,  makna dari kata tersebut berarti ….Era New Normal . Supaya nyambung… 

Benar apa Benar Banget ? Jeng Jeng…menarik ya belajar NLP, Neuro Linguistik Programming. 

Sahabat, kita lanjutkan ya. Panik di saat era new normal itu wajib. Saya ingin mengajak teman teman mekanai kata PANIK. Ternyata, kata panik disini ternyata adalah 5 ( lima) Jurus yang terdiri dari akronim huruf P, A, N, I, dan K. 

Jeng jeng.. kena jebakan Betmen Deh..Aaiih

Yuk, mari sama sama kita bahas, apa sih makna kata P,A,N,I dan K tersebut. PANIK disini yaitu :

  1. Persiapkan dana daruratmu
  2. Ajak makan teman baikmu namun jangan makan teman baikmu
  3. Networking di perluas
  4. Investasikan di Partner yang tepat
  5. Kapan lagi, ya sekarang

Mari kita bahas satu persatu

  1. Persiapkan dana daruratmu

Simpan semua keinginan teman teman, fokuskan hanya di kebutuhan pokok. Kita tidak tahu kondisi 6 bulan ke depan. 

 

  1. Ajak makan teman baikmu namun jangan makan teman baikmu

Saat ini, kita memiliki banyak waktu, sebagian masih WFH, working from home. Beberapa restoran sudah buka, tetap memakai masker ya.  Ajak makan bisa berarti juga, sering kirim makanan ke teman baik kita. Yang paling penting… jangan makan teman baikmu. 

 

  1. Networking di perluas

Gunakan waktu yang ada, maksimalkan Group WA, sapa seluruh teman Alumni SD, SMP, SMA, Kuliah…atau, bahkan Mantan Gebetan. ..Jeng jeng

 

  1. Investasikan di Partner yang tepat

Berhati hatilah.. banyak yang mengaku teman, menawarkan berbagai investasi, namun ujung ujung nya Uang yang kita investasikan hilang tak berbekas

 

  1.  Kapan lagi, ya sekarang.

Pengalaman saya sebagai karyawan selama 18 tahun, ketika saya bertanya kepada level top managemement atau Business Owner “ Kapan dateline project ini pak, Bu?”. Jawaban mereka hamp sama “ Kemarin. Kapan Anda bisa selesai ?”… Jeng Jeng

Sekian dulu sharing kali ini sahabat.  Ada THEWILL, ada Coach WILLY

Jika Bisa Jadi Yang Luar Biasa, Kenapa Pilih Yang Biasa Aja?

12/07/2020

Sahabat Coach, Salam The Will

Menarik sekali, ya judulnya Sahabat? Sahabat merasa terusik nggak? Ya, saya mengajak Sahabat untuk jadi yang luar biasa! Kenapa pilih jadi yang biasa aja, kalau Sahabat bisa jadi yang luar biasa?

Jeng jeng....

Jika bisa jadi yang luar biasa, kenapa pilih yang biasa aja? Jadilah yang luar biasa!

Saya benar-benar salut dengan Bunga Citra Lestari (BCL). Dia adalah artis tanah air yang luar biasa. Selain cantik dan multitalenta, kisah cintanya bersama Ashraf Sinclair (alm) sangat luar biasa, menginspirasi banyak orang. BCL dikabarkan sudah habis masa iddah-nya, yakni masa tunggu istri untuk menikah kembali, pada 29 Juni 2020. Namun, BCL malah mengunggah foto kemesraan mereka berdua di akun Instagramnya. Sejoli tersebut berpose dengan tangan saling menggenggam sembari saling melempar senyum. Foto yang diunggah itu juga nampak angka 12 sebagai tanda usia pernikahan mereka. Luar biasa kan, Sahabat? 

Setelah selesai masa Iddah seorang BCL, BCL masih setia kepada suaminya. Padahal dia cantik dan pasti banyak lelaki yang ingin mendekatinya. Tapi, postingan yang dibagikannya itu menunjukkan totalitasnya dalam mencintai dan menjaga komitmennya untuk saat ini. Ini akan menjadi tantangan besar bagi lelaki yang menginginkan hati BCL. Sangat menginspirasi, 'kan?!

Luar biasa artinya memiliki sesuatu kelebihan, ada nilai plus, dan menginspirasi banyak orang. Ya, lebih kurang seperti kisah cinta Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair. Memang banyak artis tanah air yang cantik, tapi carilah mereka yang luar biasa. Yang cantik memang banyak, tapi yang luar biasa pasti bisa dihitung dengan jari! Nah, hal ini juga sama dengan sales people. Pasti banyak sekali di luar sana sales people, tapi sales people yang luar biasa, apakah ada banyak? Saya rasa tidak. Jadilah sales people yang yang luar biasa, extraordinary, yang mempunyai nilai plus dan menginspirasi, sekarang juga!

Saat kalian membaca ini, pasti benak kalian berkata, "Mau! Mau banget! Iya iya! Jadi luar biasa, ya! Gimana caranya?"

Jeng jeng....

Itu pertanyaan yang bagus jika Sahabat menanyakan jalan atau caranya. Berarti pola pikir Sahabat memang bagus! Saya acungi jempol! Selamat!

Saya akan bagikan tips dan trik untuk jadi sales people yang luar biasa. Saya beri akronim, To Be Tul Sek. Simak dengan baik, ya! 

1. Totalitas

Berikan segala yang Sahabat punya dalam pekerjaan ini. Ini adalah jalan totalitas, memberi segala yang dipunya,  baik hati, tenaga, pikiran, waktu, keterampilan, maupun materiil. Tak perlu ragu untuk memberikan yang dipunya. Catat! Saya hanya meminta Sahabat untuk memberi yang dipunya. Ini sangat mudah, bukan? Berbagi yang Sahabat punya. 

Kalau Sahabat memang hanya punya cinta, bagi, pancarkan vibrasi cinta itu kepada pelanggan Sahabat. Pasti mereka senang dekat-dekat Sahabat. Caranya? Berikan senyum terbaik Sahabat, layani dengan hati, jawab pertanyaan mereka dengan sungguh-sungguh, dan lain sebaiknya. Banyak sekali ekspresi cinta!

2. Be Your Self

Jadi diri sendiri atau be your self. Ini adalah hal yang sangat penting. Dengan menjadi diri sendiri, Sahabat akan mempunyai karakter yang mudah dikenali pelanggan. Menciptakan karakter pribadi memang diperlukan. Ini sangat membantu orang-orang di sekitar Sahabat dalam memahami Sahabat. Mereka akan berbicara dan bertindak kepada Sahabat berdasarkan karakter Sahabat. Begitu pula Sahabat, pasti memperlakukan pelanggan dengan berbeda-beda, berdasarkan karakter mereka. Benar, 'kan?

Mulai sekarang sadari karakter aseli Sahabat. Terima dengan apa adanya diri Sahabat, tak perlu disangkal atau ditolak. Jika memang harus dilepaskan, lepaskan dengan kelegaan. Dan jadilah diri sendiri yang makin cerah dan bersinar!

3. Tulus

Ketulusan adalah salah satu kunci melakukan segala sesuatu. Kerjakan semuanya dengan hati yang tulus dan rendah hati, tak perlu memikirkan jauh-jauh ke depan output-nya apa. Lakukan saja dengan enjoy. Alam Semesta punya hukum yang presisi. Ketulusan pasti berbuah manis. 

Misalnya, di jalan Sahabat bertemu dengan calon pelanggan. Saat Sahabat mempresentasikan produk Sahabat, Sahabat melihat calon pelanggan sepertinya kehausan. Sahabat bisa menawarkan sesuatu yang Sahabat punya.  Kalau Sahabat punya air minum, Sahabat bisa tawarkan kepadanya. Kalau tidak punya, Sahabat bisa merekomendasikan warung dekat jalanan itu. Sahabat juga bisa sekalian istirahat sambil terus memprospek. Hehehe. Mudah sekali, 'kan? 

4. Sekarang dan Di Sini

Kapan dan di mana mulainya? Saya sering sekali memberi tips ini di akhir, sekarang dan di sini. Selalu saya ingatkan kepada Sahabat, tak pernah lelah. Sekarang, saat ini, dan di sini selalu ampuh untuk memulai segala sesuatunya. 

Kenapa, sih kok sekarang? Besok aja, nggak bisa, Coach? Hahahaha. 

Saya tanya ya, "Hidup Sahabat saat ini? Hidup Sahabat sekarang? Hidup Sahabat di sini, 'kan? Nikmati yang di sini, saat ini, dan sekarang, ya?"

Lalu, apa jawaban Sahabat, pasti gini, "Iyalah! Kalau hidup ya pasti di sini dan ini sekarang lagi baca tulisan Coach Willy!"

Saya tertawa. Nah, itu. Betul sekali Sahabat! Keeksistensian nyata kita ada saat ini, di sini, dan sekarang. Kalau kemarin atau besok itu sudah masuk eksistensi yang semu. Hayo ngaku, suka yang nyata-nyata atau yang semu-semu gitu? Kalau saya sih, sukanya yang nyata-nyata aja, ya. Ngeri yang semu. Awas kesambet hantu, loh. Hahaha

Itu adalah tips dan trik To Be Tul Sek yang bisa saya bagikan pada semua Sahabat. Selamat menjadi yang luar biasa. Jika bisa jadi yang luar biasa, kenapa pilih yang biasa aja? Jadilah yang luar biasa!

Ada Will, ada Coach Willy.

Marketing

12/07/2020

Sahabat The Coach, Salam TheWill!

 

Marketing adalah salah satu departemen dalam perusahaan yang punya peran dan tanggung jawab untuk menyadarkan masyarakat akan kebutuhan dan keinginan terhadap produknya. Peran mereka lebih luas karena yang dituju adalah masyarakat.

Marketing memasang jaring yang lebar dan luas, lengkap dengan antisipasinya untuk menangkap minat masyarakat terhadap produknya, tentunya dengan berbagai taktik dan strategi. Seperti, iklan berbayar, baliho di jalan raya, media sosial, endorse selebgram/influencer, dan cara-cara lainnya.

Keberadaan marketing mampu memberikan insentif yang cukup, intrik, dan pengaruh yang besar bagi masyarakat untuk melakukan tindakan yang diinginkan. Tindakan tersebut tidak harus terjadi closing saat ituTindakan itu bisa saja berupa membagi data pribadi, yakni nama, alamat email, alamat tempat tinggal, alamat pekerjaan, bahkan nomor WA atau telepon rumah. 

Tetapi, apakah Sahabat memahami kerja marketing di masa new normal ini? Mau tak mau, kita harus bekerja sesuai tuntutan zaman. Kita tidak bisa menolaknya, Sahabat. Kita harus melaluinya. Adanya pandemi (Covid19)  ini jelas berpengaruh pada perkembangan departemen marketing. Dan kita harus mempelajarinya!

Jeng jeng ....

Siap belajar marketing di era sekarang, Sahabat? Yang kita butuhkan hanya sikap terbuka untuk menerima semua yang terjadi. Dengan terbukanya pikiran, kita tidak akan menolak apa pun masukan yang diberikan, termasuk masukan dari perkembangan zaman itu sendiri. 

Kita sadari bersama. Efek dari adanya pandemi ini akan berpengaruh pada sistem marketing perusahaan. Adanya slogan stay at home atau di rumah aja menjadikan kebiasaan baru para customer (new costumers behaviours). Mobilitas yang rendah berpengaruh. Konsumen lebih senang melakukan pembelian menggunakan aplikasi di gadget mereka. Mereka pun bisa membanding-bandingkan produk kita dengan yang lainnya, mulai dari segi harga sampai kualitas produk. Mereka sangat cerdas dalam memilih. Dan pembelian mereka dilakukan secara lebih sadar dari sebelumnya. 

Apakah Sahabat merasa terancam? Atau malah takut, panik, dan bingung setelah menerima informasi tersebut?

Jeng jeng ....

Boleh-boleh saja merasakan hal itu, merasa terancam, takut, panik, dan bingung. Kalau sudah dirasa cukup merasakan mereka, itu tandanya kita sudah siap belajar. Mari belajar!

Marketing sekarang menuju pada revolusi digital. Departemen marketing harus berinovasi dengan cepat dan tepat. Melalui internet, customer dapat melihat kualitas produk, ulasan produk, rating produk, bahkan perusahaan produk. Customer memegang penuh kendalinya atas pembeliannya. Bagaimana tidak? Hanya dengan gadget, semua proses transaksi bisa terjadi dengan cepat.

Sahabat khawatir, ya. Tenang, saya akan bagikan inovasi-inovasi marketing yang diusulkan oleh  Father of Marketing kita bersama. 

Berikut adalah inovasi-inovasi marketing menurut Philip Kotler yang sudah saya rangkum,

1. Cepatlah mengamati produk perusahaan kompetitor dengan memberikan sedikit sentuhan yang berbeda dari produk Sahabat. Sahabat harus jeli untuk melihat dan menganalisis perkembangan produk yang menarik minat customer pada setiap zamannya. Sahabat harus terbuka menerima semua perubahan dan mulailah untuk mengembangkan perusahaan Sahabat ke ranah apa pun itu.

2. Berikan inspirasi kepada perusahaan Sahabat dengan menunjukkan pentingnya melakukan inovasi terhadap produk. Sahabat dapat menjelaskan dengan memberikan perbandingan yang utuh tentang perusahaan kompetitor yang lebih sukses. Ini memang akan sangat menyakitkan dengan adanya perbandingan-perbandingan. Tetapi, Sahabat akan mudah memahami cara kerja marketing mereka. Departemen marketing perlu melakukan analisis produk sampai layanan (service) demi kesuksesan perusahaan bersama.

3. Jaring pendapat customer dengan memberikan mereka ruang tersendiri. Ulasan dari customer akan mempermudah marketing dalam mengembangkan inovasi-inivasi produk yang diinginkan customer. Biasanya, ide-ide mereka sangat brilian! Terbukalah untuk menerimanya.

4. Bekerja samalah dengan customer terbaik Sahabat. Tentunya Sahabat pasti punya customer terbaik, 'kan? Mereka adalah customer yang loyal, yang suka memberi masukan terbaiknya untuk perusahaan Sahabat. Percayalah pada mereka.

5. Kembangkan pengadaan sumber daya Sahabat untuk menarik perhatian customer melalui ide-ide baru. Mengembangkan perusahaan artinya mengembangkan sayap perusahaan dengan mengadakan sumber daya yang baru.

6. Periksa kickstarter yang tertarik dengan perusahaan Sahabat. Produk-produk yang berkaitan dapat terus digali dari mereka. 

Itulah marketing zaman sekarang. Marketing yang mengalamai revolusi digital. Bagaimana Sahabat? Sudah siap inovasi apa terhadap produk perusahaan? Jangan sungkan untuk berbagi dengan siapa pun, ya.

Ada the Will, ada Coach Willy.

Belajar Jualan

12/07/2020

Sahabat The Coach, Salam TheWill!

Jualan berhubungan erat dengan sales people. Sales people bertindak melakukan closing pada setiap penjualan (selling). Meskipun bahan-bahannya dari departemen marketing, sales people juga punya peran yang penting dalam pertumbuhan suatu perusahaan.

Saya suka sekali mengikuti perjalanan Merry Riana, sahabat yang manis untuk membangkitkan semangat yang ada di dalam diri. 

Ini cerita yang paling berkesan untuk saya, tentang kisah petani. Saya akan ceritakan singkat untuk Sahabat. 

Di suatu desa, hiduplah seorang petani yang hanya memiliki seekor kuda. Dia sangat loyal kepada kudanya. Saat tetangganya datang dan menawarkan diri untuk membeli kudanya, Pak Petani tidak mau. 

Tetapi suatu hari, Pak Petani kehilangan kudanya. Si Tetangga berkata, "Sial sekali! Kuda satu-satunya hilang. Seandainya saja mau kubeli, kan lumayan."

Pak Petani membalas dengan senyuman dan menjawab, "Terima kasih."

Setelah beberapa hari Sang Kuda kembali dan membawa teman-temannya. Pak Petani mulai kebingungan karena dia tidak memiliki lahan yang luas. Dia pun menjual kuda-kuda liar itu ke kota dan ke tetangganya. 

Seperti biasa, Si Tetangga datang dan berkata, "Hwa, beruntung sekali! Kuda itu pulang membawa teman-temannya. Dan mereka bisa dijual."

Lagi-lagi Pak Petani menjawab dengan senyuman dan berkata, "Terima kasih."

Itulah sekilas kisah petani. Setiap yang datang selalu diterima apa adanya dan disyukuri sebagaimana mestinya. Pak Petani tidak membalas dengan keluhan. Dia hanya selalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Inilah hal yang patut dicontoh dan ditiru. 

Dalam penjualan, Sahabat mungkin pernah terlintas dalam diri, "Sial sekali hari ini! Tak ada satu pun closing!" atau "Hari ini hari keberuntunganku. Closing-ku memenuhi target!"

Jeng Jeng....

Hayo, ngaku?  Nggak usah malu apalagi sungkan sama diri sendiri, ya. Saya juga pernah menemui hal-hal seperti itu. Bahkan pernah terjadi pada diri saya sendiri. Saya mengeluh jika hari itu tidak sesuai dengan target closing penjualan. Tapi, saya sangat bahagia dan bersyukur sekali saat hari-hari penuh keberuntungan. Ini wajar terjadi. 

Hari sial dan hari beruntung adalah hari yang kita ciptakan sendiri. Hari yang kita ciptakan dengan perspektif kita sendiri. Pasalnya, saya sekarang sudah sadar. Saya menggantinya dengan kata "Hari Pembelajaran". Ini tidak terkesan sombong kok, apalagi aneh. Di balik hari yang tidak sesuai dengan keinginan target, kita dituntun belajar. 

Saat kita mau menerima semua yang terjadi dengan apa adanya setelah melakukan usaha terbaik, otomatis kita akan mensyukuri semua pemberian-Nya. Kita harus membiasakan diri untuk bersyukur. Ini akan membuat Sahabat jadi tangguh karena akar tanaman Sahabat kuat, pondasi bangunan Sahabat bagus. 

Sekarang saya mau bertanya pada Sahabat,

"Aku bahagia, maka aku bersyukur atau Aku bersyukur, maka aku bahagia?" 

Jujur saja, Sahabat! Nggak perlu takut mengakui kalau berbeda. Yaps, rasa bahagia adalah efek yang ditimbulkan dari kegiatan yang kita lakukan. Saat kita sudah melakukan yang terbaik semampu kita saat selling, kita perlu menghargai perjuangan kita. Kita perlu bersyukur, "Terima kasih sudah berjuang untuk hari ini!"

Memang terlihat sederhana sekali, Sahabat! Tapi kata itu mampu memberi efek bahagia. Jika Sahabat bahagia, semangat Sahabat untuk mencapai target closing akan tinggi. Dan ini akan berpengaruh pada penjualan Sahabat. Jadi, "Aku bersyukur, maka aku bahagia" adalah salah satu hal yang harus dipraktikkan dalam setiap harinya. 

Sekarang bayangkan sebaliknya, Sahabat. "Aku bahagia, maka aku bersyukur". Sabahat menjadikan efek sebagai pusat roda selling. Bagaimana kalau efeknya duka, tidak bahagia, merasa sial, dan lainnya? Sahabat akan tidak bersemangat saat menyambut hari baru, yang terrefleksi di pikiran, "Halah, palingan sama kayak hari kemarin. Gimana cara capai target kalau konsumennya saja berkurang, apalagi habis pandemi gini?" 

Pikiran Sahabat akan terus menjadi liar, mengeluhkan semua yang terjadi. Sahabat akan lupa jika Sahabat punya pintu lain untuk mengakses peluang tersebut. Ada What's Apps, Facebook, TikTok, atau media sosial lainnya yang bisa diakses untuk melakukan penjualan dengan mudah dan efektif, baik pendekatan secara personal maupun kelompok. 

Jeng Jeng ....

Bagaimana Sahabat? Sudah siap mengubah mindset? 

Belajar jualan memang sangat kompleks. Kita harus belajar mengenali diri kita sendiri, bagaimana konsep berpikir kita dan bagaimana kepribadian kita sebenarnaya. Tenanglah Sahabat! Semua belum terlambat! Selagi kita siap belajar, semuanya akan baik-baik saja. 

Ada TheWill, ada Coach Willy.

©2020 coachwilly.com. All rights reserved.